Kamis, 28 Januari 2016

Bagaimana Menangani Tangisan Manipulatif Balita?

Setiap menginginkan sesuatu, anak langsung menangis. Jika keinginannya tidak terpenuhi, tangisannya semakin keras, hingga akhirnya Anda memenuhi permintaannya. Jika cara ini berhasil, ia akan semakin mudah dan sering menangis untuk meminta sesuatu. Perlu diingat bahwa anak adalah pengamat yang baik. ia belajar dengan cara mengamati kondisi sekitarnya, termasuk perilaku orangtuanya. Menurut Beverley Cathcart-Ross, pendiri Toronto Parenting Education Program Parenting Network, air mata merupakan cara terbaik bagi anak untuk memanipulasi orangtua guna mendapatkan keinginannya.

Solusinya

1. Pertimbangkan permintaan anak, apakah permintaannya terlalu berlebihan atau tidak? Berikan jika balita sangat membutuhkannya.
2. Berani untuk berkata ‘Tidak, karena…….’ pada permintaan anak. Dan konsisten dengan perkataan Anda.
3. Bunda dan ayah harus kompak. Saat Bunda mendisiplinkan anak, ayah wajib mendukung. Bila salah satu mengalah pada tuntutannya, ia  akan mencoba mamanipulasi salah satu orangtua.

Rabu, 27 Januari 2016

SIKAP ORTU APABILA KAKAK ADIK BERTENGKAR TERUS

1. Memperlakukan setiap anak sebagai individu berbeda. 
Masing-masing anak adalah individu yang unik. Oleh sebab itu berikan mereka perhatian sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka masing-masing.

2. Hindari membandingkan. 
Kompetisi memang kerap dilakukan orang tua untuk memotivasi anak-anak mereka. Namun jangan sampai Anda membanding-bandingkan si adik dengan kakaknya, atau sebaliknya, karena akan menimbulkan kecemburuan.

3. Menumbuhkan keunikan anak. 
Perhatikan bakat balita Anda, dan kembangkan dengan memberikan kursus atau kegiatan khusus. Bakat khusus anak yang terus Anda asah akan membangun harga dirinya.

4. Menghabiskan waktu bersama setiap anak sesuai prioritas. 
Anak-anak akan menghargai saat-saat berharga ini. Setiap anak punya kebutuhan berbeda. Anda mungkin terpaksa tak dapat datang ke sekolah melihat penampilan si sulung menari karena adiknya sakit. Jelaskan hal ini pada kakak sebaik mungkin. 
5. Membuat batasan yang jelas.
Ajarkan kepada anak-anak bahwa mereka perlu saling menghargai dan jangan saling mengejek. Minta ijin ketika ingin meminjam barang milik saudaranya.

6. Mendengarkan perasaan anak. 
Mendengarkan perasaan anak penting untuk mengetahui apa sesungguhnya yang menjadi penyebab pertengkaran. Berikan pemahaman kepada si kecil mengenai apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak.

7.Jangan memihak. 
Biarkan anak-anak menyelesaikan sendiri pertengkaran mereka. Kecuali, jika mereka tampak membutuhkan Anda memfasilitasi komunikasi keduanya.

8. Menghindari memupuk kebiasaan mengadu. Saat si kakak lari pada Anda dan mengatakan adiknya merusak mainannya, katakan padanya bahwa Anda tidak tertarik pada apa yang dilakukan adiknya. Namun, Anda tertarik pada apa yang tengah 
dilakukannya.

8. Memberi reward untuk perilaku kooperatif.
Pemberian reward dilakukan untuk memperkuat perilaku. Ini agar anak mengerti bahwa, perilaku inilah yang diharapkan dari anak.

Semoga bermanfaat.