Jumat, 08 Mei 2015

GAYA PENGASUHAN ANAK (PARENTING)

Dimulai dari penelitan oleh Dr. Baumrind, University of California, Berkeley, yang bertujuan mencari strategi parenting yang paling memungkinkan untuk membentuk anak yang mandiri, cakap, dan penuh kasih, muncullah 4 gaya parenting.

Ada 2 elemen penting dalam gaya parenting, yaitu derajat respon (kehangatan, suport) orang tua dan tuntutan (kontrol, monitoring, dan disiplin). Orang tua, digolongkan menurut derajat suport dan tuntutannya pada anak menjadi  4 gaya: Otoriter, Cuek, Otoritatif, Permisif.

Orang tua cenderung memfokuskan pada kesalahan anak ataupun perilaku yang tidak disetujui orang tua, bukan pada perilaku anak yang positif. Anak dikritik, dimaki, atau dihukum, seringkali dengan kasar, jika tidak menurut aturan. Anak dari keluarga otoriter biasanya tidak belajar untuk berpikir mandiri dan tidak berusaha memahami mengapa orang tua menuntut perilaku tertentu.

Permisif. Orang tua permisif menyerahkan kontrol sepenuhnya pada anak. Sangat sedikit, atau hampir tidak ada, aturan yang diterapkan di rumah. Kalaupun mereka menetapkan aturan biasanya tidak diterapkan secara konsisten. Mereka tidak suka diikat rutinitas. Mereka ingin anak untuk merasa bebas. Orang tua tidak menciptakan batasan, disiplin, ataupun tuntutan bagi perilaku anak. Mereka cenderung menerima anak apa adanya dan tetap hangat pada anak yang nakal sekalipun.

Orang tua permisif memberikan pilihan sebanyak mungkin pada anak, bahkan ketika anak jelas-jelas tidak mampu membuat pilihan yang bertanggung jawab. Mereka menerima saja, perilaku baik atau buruk, dan tidak berkomentar apakah perilaku tersebut berguna atau tidak. Mungkin mereka merasa tidak mampu untuk mengubah perilaku anak, atau mereka memilih untuk tidak terlibat dan menghindari pertentangan.

Cuek. Orang tua cuek mengabaikan perasaan anak. Mereka menginginkan emosi negatif anak untuk segera berakhir. Biasanya mereka mengalihkan perhatian anak untuk menghentikan emosi anak. Mereka tidak berusaha menyelesaikan masalah dengan anak dan percaya saja bahwa problem akan pergi dengan sendirinya. Orang tua cuek lebih mengkuatirkan cara mengakhiri emosi daripada memahami emosi itu. Mereka cenderung mengecilkan masalah dan mengabaikannya sehingga bisa dilupakan.

Efek dari gaya pengasuhan cuek, anak belajar bahwa perasaan mereka salah, tidak tepat dan tidak penting. Anak percaya bahwa mereka sudah salah dari sononya ataupun salah desain. Mereka kesulitan mengatur emosinya. Anak-anak tersebut belajar untuk mengabaikan perasaannya dan tidak belajar untuk mengenali dan mengatasi emosinya.

Demokratis. Orang tua yang demokratis membantu anak untuk belajar bertanggung jawab dan memikirkan konsekuensi dari perbuatannya. Orang tua melakukannya dengan cara menerangkan ekspektasi mereka dengan jelas dan sesuai dengan usia perkembangan anak. Mereka juga mengambil waktu untuk menerangkan alasan tuntutan mereka. Lebih penting lagi, orang tua memonitor perilaku anak untuk memastikan bahwa anak mengikuti aturan dan harapan orang tua.

Orang tua melakukan semua itu tidak dengan kekerasan, namun dengan penuh kehangatan dan kasih sayang. Mereka sering kali “menangkap perilaku positif anak” dan mendorong perilaku yang baik, bukannya memfokuskan  pada perilaku buruk. Misalnya orang tua meminta anak untuk mengembalikan mainannya karena: “supaya orang lain tidak tersandung dan agar mainan tidak rusak terinjak.”

Orang tua juga memberikan pilihan pada anak:”Mau mandi dulu atau mengerjakan PR dulu?” Tanggung jawab dilatih sesuai usia anak, mulai dari tanggung jawab pribadi seperti mandi sendiri sampai tugas membantu keluarga.Orang tua membimbing perilaku anak dengan mengajar bukan dengan hukuman. Orang tua demokratis juga tegas, disiplin dan konsisten dalam mentaati aturan yang mereka terapkan.

Gaya pengasuhan mana yang anda terapkan selama ini? Mungkin anda berada di tengah-tengah. Pikirkan apa yang anda harapkan untuk dipelajari anak anda? Penelitian menunjukkan bahwa hasil yang paling positif bagi anak muncul ketika orang tua menerapkan gaya demokratis. Anak yang diasuh oleh orang tua permisif cenderung menjadi agresif, sedangkan anak orang tua otoriter cenderung penurut dan memiliki harga diri rendah. Anak orang tua cuek memiliki prestasi rendah dan minder. Tak ada satupun gaya pengasuhan yang jalan jika tidak dibarengi ikatan kasih sayang dengan anak anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar