Ayah dan Ibu, masih ingatkah pada saat kita masih bersekolah di SD dan diminta guru kita menggambar pemandangan? Apa bentuk pemandangan yang pada umumnya Anda gambar? Apakah gambar dua buah gunung, di tengahnya ada matahari bersinar, kemudian ada jalan lurus serta sawah di kiri dan kanannya. Yaah..lebih kurang seperti itu.
Namun yang unik, teman saya seorang dosen sebuah perguruan tinggi di Jakarta, suatu hari pernah mengulangi pertanyaan yang sama tentang menggambar pemandangan tadi pada para mahasiswanya. Luar biasa, jawaban dari pada mahasiswanya juga sama.
Fenomena apa gerangan yang terjadi pada anak-anak sekolah di negeri ini? Sehingga dari generasi ke generasi tidak ada pengembangan ide-ide baru dalam melukis pemandangan seperti ini?
Ini adalah bukti nyata bahwa sistem pendidikan kita tidak pernah berhasil untuk mengembangkan kreativitas anak.
Hal ini terjadi karena para guru menganut sistem pembelajaran yang disebut TEKO dan CANGKIR. Dalam mengajar guru menganggap dirinya adalah sebuah teko yang berisi penuh air sedangkan anak adalah cangkir kosong. Jadi tugas guru hanyalah menuangkan air dari teko ke cangkir, supaya cangkirnya terisi air. Dan tentu saja air yang ada di cangkir akan sama persis dengan yang di teko.
Jika kita ingin menghentikannya, maka segeralah ubah paradigma guru dan orangtua. Anak bukanlah cangkir melainkan kayu bakar yang siap dibakar dan menyala menjadi api yang berkobar-kobar. Dan guru bukanlah teko melainkan korek api yang memercikkan api semangat pada anak untuk bebas berkreasi. Minyaknya adalah motivasi yang harus terus menerus disiramkan oleh guru pada anak-anak didiknya supaya api semangat mereka tetap menyala dan berkobar-kobar. Mari kita bebaskan anak-anak kita untuk berbeda, berkreasi dan tampil dengan jalan pikiran serta imajinasinya sendiri. Agar anak-anak kita kelak dapat tumbuh sebagai generasi yang penuh kreasi denganpenciptaan-penciptaan yang berkelas dunia, tidak seperti kita para orangtuanya yang hanya bisa menjadi pembeli hasil ciptaan produk-produk dari negara lain, dan bangga pula dengan kondisi seperti ini.
#AYAH EDY PUNYA CERITA by Ayah Edy

Tidak ada komentar:
Posting Komentar